Kuota VideoMax Buat Apa Sebenarnya?

Kuota VideoMax Buat Apa Sebenarnya?

Sobat Kuotadata.com, pertanyaan pengguna Telkomsel yang sering muncul selanjutnya adalah Kuota VideoMax Buat Apa Sebenarnya?. Sebenarnya sudah banyak yang mengetahui  untuk apa sebenarnya kuota khusus tersebut. Dari namanya saja, bisa kita cerna bahwa kuota tersebut digunakan untuk Streaming / Nonton Video secara Max (Maximal).

Namun, nama “VideoMax” tersebut ternyata hanya abal-abal saja. Bagaimana tidak, jika dikalkulasikan secara terperinci, pulsa sebesar Rp. 88.000 yang kita relakan untuk membeli paket isi kuota hanya mendapatkan nilai kuota sebesar 12 MB atau jika digunakan untuk nonton film berdurasi 2 jam lebih, hanya bisa digunakan untuk Streaming kurang dari 6 film. Padahal, bagi para pecinta film, tentu saja 6 film hanya seperti camilan kecil dan tidak akan terasa sama sekali.

Wifi Id Corner VS VideoMAX

Lebih ironis jika kita bandingkan VideoMax dengan kuota tanpa batas yang disediakan oleh Wifi Id Corner. Cukup membayar sekitar Rp. 5.000 – Rp. 10.000 saja pada Wifi Id Corner, kita dapat mendapatkan akses internet tanpa batas dengan kecepatan hingga 100 MBps, meskipun akses dilakukan melalui platform Smartphone.

Jadi bukankah lebih baik kita mendownload film di Wifi Id Corner dan menyimpannya terlebih dahulu di SmartPhone untuk ditonton kemudian, daripada membeli paket Telkomsel senilai Rp. 88.000 dengan batasan-batasan yang merugikan pelanggan.

Sepertinya, insiden peretasan yang dilakukan oleh para hacker Indonesia yang kecewa terhadap pelayanan Telkomsel justru tidak di gubris sama sekali. Lambat tapi pasti, jika Telkomsel tidak menempatkan diri dengan dukungan terhadap para konsumen setianya, mereka akan pindah ke provider lain dan tidak akan kembali berlangganan.

Cacat selain harga VideoMax yang terlalu mahal juga terjadi, yaitu disaat VideoMax masih ada, seringkali pulsa reguler / paket reguler ikut terpotong tanpa konsumen sadari dan tanpa pemberitahuan apapun. Hal ini tentu menjadikan konsumen kecewa tingkat dewa, dan komplain dari pelanggan hanya dibalas dengan “kami akan berusaha memperbaikinya”. Sangat ironis bukan?.