Kleptomania Adalah Penyakit Gangguan Kebiasaan

Kleptomania Adalah Penyakit Gangguan Kebiasaan

Sumber: alodokter.com

Apa itu kleptomania? Menurut halodoc.com kleptomania adalah gangguan
kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang tidak dapat dikendalikan oleh individu
untuk memiliki barang-barang yang dilihatnya dan mengambilnya dengan cara mencuri.
Gangguan ini dilakukan secar berulang dan tidak dapat ditahan atau bersifat kompulsif
dengan alasan yang tidak rasional untuk memiliki barang-barang tersebut. Penyakit ini sudah
cukup familiar di dengar karena kasusnya cukup sering terjadi. Kamu mungkin juga pernah
membaca kasus-kasus kleptomania atau bahkan mengalami berada di lingkungan dengan
pengidap kleptomania. Menurut alodokter.com umumnya kleptomania terbentuk di masa
remaja, namun ada pula yang muncul setelah dewasa. Penderita sering melakukan aksinya di
tempat umum seperti toko atau warung, namun ada pula yang mencuri dari rumah teman atau
saudara.
Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Menurut DSM-5, kleptomania memiliki
kaitan dengan sistem serotonin, dopamin dan opioid. Kleptomania adalah bagian dari
spektrum gangguan obsesif-kompulsif. Ini karena orang memiliki dorongan untuk mencuri
sebagai alien, yaitu intrusi yang tidak diinginkan dalam kondisi mental. Kleptomania juga
memiliki kaitan dengan gangguan mood seperti depresi.


Apa saja gejalanya? Gejala kleptomania ditandai dengan kegagalan menahan
dorongan yang timbul untuk mencuri sesuatu yang tidak dibutuhkan atau tidak menghasilkan
uang. Saat dorangan untuk mencuri itu muncul, penderita akan merasa tidak nyaman dan
gelisah hingga doronya tersebut akan terasa semakin kuat. Setelah melakukan pencurian,
perasaan penderita akan lebih puas. Pengidap dapat merasakan penyesalan atas perbuatan
pencurian yang telah dilakukannya, namun dorongan yang begitu besar kadang tidak dapat
ditahan dan ditanggulangi. Penderita penyakit ini umumnya merasa cemas dan tegang saat
hendak melakukan pencurian, lalu timbul rasa senang dan puas setelah berhasil melakukan
aksinya, kemudian muncul rasa bersalah, menyesal dan takut tertangkap. Akan tetapi mereka
tidak dapat menahan diri untuk tidak mengulangi perbuatannya. Penderita juga melakukan

aksinya secara spontan dan seorang diri, dan setelah mencuri biasanya mereka membuang
barang curian tersebut atau memberikannya pada teman atau keluarga.
Bila tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan masalah emosional, keluarga,
pekerjaan dan keuangan yang parah. Pengidapnya juga akan merasa malu dan benci pada
dirinya sendiri. Komplikasi lainnya yang akan terjadi seperti:

1. Gangguan kepribadian
2. Gangguan makan
3. Gangguan kontrol impuls lainnya
4. Depresi
5. Gelisah
6. Gangguan bipolar
7. Penyalahgunaan zat dan mengonsumsi alkohol
Kleptomania adalah penyakit yang tergolong jarang menimpa seseorang. Namun
terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang mengalami kleptomania seperti
riwayat keluarga, riwayat penyakit mental dan jenis kelamin. Penderita kleptomania
kebanyakan adalah perempuan, namun tidak menutup kemungkinan bagi laki-kali. Penderita
umumnya juga memiliki gangguan mental lainnya seprti bipolar, gangguan kecemasan, dan
gangguan kepribadian. Kleptomania lebih rentan terjadi pada seseorang dari keluarga yang
juga menderita kleptomania, pengguna narkoba dan pecandu alkohol.
Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, namun dapat ditangani dengan bantuan medis
seperti psikoterapi dan obat-obatan. Jenis psikoterapi yang biasanya digunakan adalah terapi
perilaku kognitif. Pasien akan diberikan gambaran mengenai perbuatan yang dia lakukan
serta akibat yang akan diterima. Obat-obatan yang dapat dikonsumsi seperti obat antidepresan
jenis SSRI (selective serotonon reuptake inhibitor). Obat ini bekerja dengan membuat
serotonin bekerja lebih efektif. Serotonin dapat membantuk menstabilkan emosi. Selain itu,
dokter dapat memberikan obat opioid antagonist yang dapat menurunkan dorongan mencuri
dan rasa senang yang timbul setelah mencuri.
Itulah hal yang dapat kamu ketahui tentang penyakit ini. Kleptomania adalah
penyakit dengan gangguan impulsif yang tidak dapat disembuhkan.